• CHIC Magazine on Pinterest
    • CHIC Magazine on Youtube
Tuesday, 17 January 2012
Tepat Memilih Pembersih Miss V
Tepat Memilih Pembersih Miss V

GATAl-gatal, keputihan mungkin pernah Anda alami. Dan, biasanya cara praktis yang kita lakukan adalah membasuhnya dengan sabun pembersih khusus Miss V. Namun, ada hal-hal yang perlu diperhatikan agar penggunaannya tidak salah kaprah dan menimbulkan masalah. 

Bisa Infeksi

          Menurut dr. Caroline Tirtajasa, Sp.OG (K), ahli kebidanan dan penyakit kandungan dari Omni Hospital Pulomas, menggunakan sabun pembersih khusus organ intim sebaiknya mengacu pada petunjuk dokter agar tidak salah kaprah dan menimbulkan masalah di kemudian hari. Pemakaian secara rutin sabun pembersih berantiseptik justru bisa berbahaya.

          "Di dalam vagina terdapat flora normal yang berguna menjaga keasaman. Jika keasaman vagina terjaga, bakteri, jamur, dan flora tidak normal penyebab infeksi akan sulit masuk. Pemakaian sabun antiseptik terlalu sering bisa membunuh flora normal ini dan memuat vagina lebih mudah terkena infeksi," ujar dr. Caroline.

          Kalau sudah infeksi, akibatnya jadi repot. Hubungan seksual pun ikut terganggu. Yang paling ringan adalah lecet dan nyeri ketika bermesraan. Skala lebih berat, bisa menyebabkan infeksi pingpong. "Maksudnya, infeksi bisa menular ke suami, terus dari suami menularkan lagi ke kita," kata dr. Caroline lagi. Jika dibiarkan, bahkan bisa menyebabkan kemandulan karena saluran telur tersumbat.

Pembersih Yang Baik

          Menurut dr. Caroline, sebenarnya tidak sulit merawat dan menjaga Miss V agar terpelihara kebersihannya.  Anda bisa menggunakan sabun biasa untuk membersihkan Miss V. "Bersihkan vagina dua kali sehari setiap mandi pagi dan sore. Dalam kondisi normal, itu sudah cukup kok," kata dr. Caroline lagi.

          Namun jika  masih kurang pede dengan sabun biasa, Anda bisa membersihkan dengan sabun pembersih khusus. Namun, sebaiknya pembersih tersebut tidak berantiseptik dan berkadar pH rendah, yaitu 3-4 (bisa dibaca di kemasannya). Mengapa mesti rendah, sebab kadar pH yang tinggi akan mengakibatkan kulit kelamin menjadi keriput dan mematikan bakteri baik yang mendiami Miss V. Padahal, bakteri baik ini dibutuhkan untuk menjaga kelembapan Miss V.

          Penggunaan pembersih antiseptik hanya dibenarkan ketika vagina sedang infeksi. Karena memang fungsi antiseptik adalah untuk membunuh kuman. Namun, segera hentikan pemakaian jika infeksi atau keputihan sudah sembuh. (Lily Turangan)