Berawal dari pertemanan, berkembang menjadi 'TTM' alias 'Teman Tapi Mesra'. Sehari saja berlalu tanpa curhat-curhatan dengan si dia, hidup seolah terasa hambar. Hati-hati, yang Anda lakukan ini sudah menjurus pada emotional affair atau perselingkuhan emosi yang lebih berbahaya dan lebih sulit diakhiri dibandingkan affair yang sifatnya fisik.
Menurut para ahli, perselingkuhan emosi kian sering terjadi akhir-akhir ini. Penyebabnya, kata Steven Stosny, Ph.D., penulis buku How to Improve Your Marriage Without Talking About It, tak lain karena banyak di antara kita yang merasa terisolir secara emosi. Beban kerja yang terlalu tinggi, rutinitas kelewat padat, atau kebanyakan bergaul di dunia maya, semua itu bisa menciptakan jarak emosi dan merenggangkan kedekatan kita dengan pasangan.
Ketika jarak emosi tercipta, kita tidak lagi merasa nyaman dan terbiasa berbagi cerita dengan pasangan. Pada akhirnya, justru diri kita sendiri yang merasa diabaikan dan tidak dicintai
Perasaan ini selanjutnya akan memunculkan ketidakpuasan dan perasaan insecure. Jika dalam kondisi batin terluka ini muncul pria lain yang menaruh perhatian besar pada kita, jangan heran bila kita akan menyambutnya sepenuh hati.
Sebelum terlanjur 'kebablasan', kenali tanda-tanda Anda telah terjerumus ke dalam perselingkuhan emosi:
- Merasa malu kalau pasangan melihat Anda bersama PIL, meski sedang tidak melakukan apa pun yang mencurigakan.
- Merasa excited dan sibuk merapikan penampilan sebelum bertemu PIL.
- Merasa lebih nyaman berbagi cerita tentang banyak hal dengan PIL ketimbang dengan pasangan sendiri.
- Mulai merasakan ketertarikan secara fisik kepadanya, meski Anda berulang kali meyakinkan diri sendiri untuk tidak berbuat terlampau jauh.
Meski berhasil menutup-nutupi tanda-tanda ini dari pasangan, tetapi Anda tetap mesti selalu memasang kuda-kuda, karena affair ini sudah pasti akan menggerogoti hubungan Anda dari dalam.
Jika Anda memilih untuk menyudahi affair dan kembali pada pasangan, hal pertama yang mesti dilakukan adalah menguatkan niat. Yang namanya, putus hubungan cinta pasti akan terasa berat dan pahit. Terlebih menurut Stosny, satu-satunya cara menuntaskan sebuah affair emosi adalah dengan cara memutus kontak sama sekali dengan PIL Anda.
Tanamkan bahwa affair itu adalah sebuah hubungan yang tidak sehat. Meski affair ini terkesan tulus dan romantis karena tidak melibatkan sentuhan fisik, tetap saja hubungan itu tidak memiliki landasan kuat.
Lakukanlah pula introspeksi kepada diri sendiri. Toh, sedari awal, affair ini terjadi karena ketidakmampuan Anda dan pasangan mendeteksi dan menyelesaikan persoalan dalam hubungan. Jika di masa depan masalah serupa muncul lagi, bukan tak mungkin Anda akan kembali mencari solusi dengan menjalin affair baru.
Tekuni hobi baru, bergaul di lingkungan baru, atau asahlah sisi spiritual Anda. Ketika kehidupan pribadi terasa menarik, Anda akan kehilangan minat untuk mencari kepuasan batin di tempat lain. Jika pasangan sedang tidak punya waktu, dekatkan diri dengan sahabat perempuan.
Pelihara juga ikatan emosi dengan pasangan. Habiskan waktu berdua dengannya untuk saling berbagi pengalaman dan perasaan. Kelilingi diri Anda dengan teman-teman yang memiliki hubungan asmara bahagia dan tidak mentoleransi perselingkuhan. Memiliki role model seperti itu akan membantu Anda tetap berada di jalur yang benar (Kontributor: Nayu Novita)